DALIL-DALIL AL-QURAN TENTANG KEWAJIBAN TAAT KEPADA PEMERINTAH MUSLIM

Senin, 26 November 2012


Allah ta’ala  berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan pemerintah/penguaa di kalangan kalian, jika kalian berselisih dalam sesuatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian beriman kegada Allah dan hari akhir. Yang demikiun lebih baik dan lebih bagus akibatnya. " (An-Nisa': 59)
وهذه الطاعة لولاة الأمر المفروضة على العباد مقيدة بما إذا لم يأمروا بمعصية الله - تعالي - فإذا أمروا بمعصية فلا يطاعون في هذه المعصية لأنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق
Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukan wajibnya mendengar dan taat kepada ulil amri (pemerintah). Yang demikian adalah secara mutlak untuk
kemudian diberi tqyid (ikatan) dalam sunnah yang tsabit bahwa ketaatan pada pemerintah adalah pada perkara yang baik dan bukan maksiat. (Muamalatul Hukkam fi Dhauil Kitab was Sunnah halaman 115)

Yang dirnaksud ulil amri dalam ayat ini adalah orang-orang yang Allah wajibkan untuk ditaati yang terdiri para penguasa, pemerintah, din para ulama.

Berkata Ibnu Athiyyah tentang ayat ini:

"Ketika pada apa yang telah lewat dalam ayat sebelumnya Allah memerintahkan kepada para penguasa, yaitu ucapan Allah ta’ala

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
"Sesungguhnya Allah memerintahkun kepada kulian agar menunaikan amanat kepada yang berhak dun jiku kalian menghukumi manzlsia hendaklah menghukumi dengan adil. " (An-Nisa': 58)

Maka pada ayat ini - yakni ayat 59 - perintah Allah ditujukan kepada rakyat, memerintahkan agar mereka taat kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, taat kepada Rasul-Nya dan taat  kepada penguasa. Sesuai dengan ucapan jumhur seperti Abu Hurairah,-Ibnu Abbas, lbnu Zaid dan lain-lain." (Al-Muharrar Al-Wajiz fi Tafsiril Kitabil Aziz juz 3, halaman 170, cetakan Al-Maghrib, Maroko)

Berkata Al-Hafidz Ibnu Katsir rohimahillah :
"Tampaknya - wallahu a'lam - ayat ini umum mencakup seluruh ulil amri apakah dari kalangan para penguasa ataupun para ulama." (Tafsirul Qur'anil Adzim
juz 1, halaman 530, Penerbit Darul Ma'rifah, Bairut, Cetakan pertama)

Berkata Ibnu Taimiyyah rohimahullah,:
"Ulil amri ada dua golongan: para ulama dan para penguasa." (Majmu' Facaeva juz 28, halaman 170, Penerbit Maktabah Ibnu Taimiyyah, Kairo, Mesir)

Berkata Syaikh 'Abdurrahman As-Sa'di rohimahullah:

"Allah memerintahkan untuk taat kepada ulil amri yaitu orang-orang yang mengurusi urusan manusia dari kalangan pemerintah dan para hakim serta para ulama dan juru fatwa. Karena sesungguhnya tidak akan beres urusan manusia baik masalah agama ataupun dunia kecuali dengan ketaatan dan keterikatan kepada mereka, dalam rangka taat kepada Allah dan berharap apa-apa yang ada pada sisi-Nya. Tetapi dengan syarat perintahnya bukan kemaksiatan. Kalau mereka memerintahkan pada kemaksiatan maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khalik. Sepertinya inilah rahasia mengapa tidak disebutkan kata perintahnya ketika menyebut  ulil arnri, adapun ketika menyebutkan Rasulullah menyebutkan kata perintahnya athii'u karena Rasulullah shollahllohu ‘alaihi wasallam  tidak memerintahkan kecuali ketaatan kepada Allah. Maka siapa yang mentaati Rasul berarti mentaati Allah. Adapun ulil amri tidak demikian, maka mereka tidak ditaati secara mutlak namun dengan syarat jika perintahnya bukan merupakan maksiat. " (Taisir karimir Rahman fi Tafsiril Kalamil Mannan juz 2, halaman 89, Penerbit Ar-kasatul Ammah, kyadh)

Berkata Syaikh Abu Bakar Al Jazairi rohimahullah:

"Wajibnya taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan kepada ulil amri seperti para penguasa, para ulama, dan fuqaha adalah karena taat kepada Rasul merupakan
ketaatan kepada Allah, sedangkan taat kepada ulil amri merupakan ketaatan kepada Rasul." (Aisarut Tafasir Likalamil 'Aliyyil Kabir juz 1, halaman 418, Penerbit Nadil Madinatil Adabi, Cetakan pertama)

Berkata Abul Qasim AL-Asbahani rohimahullah:

"Allah berfirman 'A ti'ullaha Wa Ati'urrasul Wa Ulil amri Minkum." Dikatakan mereka adalah ulama, dikatakan pula mereka adalah penguasa. Bagi masing-masing dari mereka memiliki hak yang wajib untuk ditaati." (At-Targhib wa Tarhib juz 3, halaman 66, Penerbit Daarul Hadits, Kairo, Cetakan pertama)

Berkata Syaikh Muhammad bin Subayyil hafidhohullah:

"Ayat yang mulia ini menunjukkan dengan tegas secara tekstual atas wajibnya taat kepada para penguasa. Kewajiban taat kepada mereka merupakan larangan untuk bermaksiat kepada mereka.. .." (Al-Adillatus Syar’iyah Fi Bayauni Hakkir Rau'i War Ra'iyyab, halaman 29, Penerbir Daarus Salaf, Riyadh, Cetakan pertama)