Tampilkan postingan dengan label OBAT HATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBAT HATI. Tampilkan semua postingan

14 ABAD YANG LALU DIA PERNAH MERINDUKANMU

Minggu, 26 April 2015

(edisi revisi)

Dialah Rasulullah…

Tepat sembilan hari menjelang wafatnya turunlah firman Allah yang berbunyi:
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

“ Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang 
mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (Al Baqarah : 281)

Semenjak itu raut kesedihan mulai tampak di wajah beliau yang suci. “Aku ingin mengunjungi syuhada Uhud ujar beliau.” Beliaupun pergi menuju makam syuhada Uhud, sesampainya disana beliau mendekati makam para syhada dan berkata, “Assalamu’alaikum wahai syuhada Uhud, kalian telah mendahului kami. Insya Allah kamipun akan menyusul kalian.”

Ditengah perjalanan pulang, rasulullah shallallahu alaihi wasallam menangis. Para sahabat yang mendapinginya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku rindu kepada saudara-saudaraku.” Mereka berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.”
(HR. Ahmad)

Alangkah tulus ungkapan itu..
Namun tersisa beragam tanya:
Kitakah yang dirindukan itu…?
Bila iya, Sudahkah kita merindukannya…?
Sudahkah kita beriman sehingga pantas dirindu…?
Sudahkan kita mengamalkan sunnahnya sebagai bukti cinta…?
Pantaskah diri yang lalai ini dirindukan rasulullah…?
Duhai.. alangkah malangnya bila yang dirindukan itu terusir dari telaga haudhnya.
Alangkah malangnya bila nanti terdengar darinya ucapan, “menjauhlah dari telagaku…”
Kau tau kenapa…? Karena mereka telah merubah-rubah Agama yang dibawanya.
Wahai insan yang dirindu….
Ikutilah jalan hidup manusia agung yang dulu pernah merindukanmu..
Jauhi segala macam bid’ah dalam agama, agar kau tak terusir dari telaganya.
Buktikan cintamu dengan ittiba’ agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan.
Ingat selalu firman Allah azza wa jalla:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)
Ingat kawan…. Ditepi telaga haudh dia menanti kita..
“Aku akan mendahului kalian di telaga. Aku sebagai saksi atas kalian” dan sesungguhnya—demi Allah— saat ini aku sedang memandang telagaku itu” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah menuntun langkah kita menuju telaga rasul-Nya.
_______
Madinah 07-07-1436 H
ACT El-Gharantaly

Teruslah berada di MIHRAB TAUBAT

Sabtu, 26 Oktober 2013

Wahai orang yang berdosa! Bila engkau merasakan hembusan balasan, maka janganlah engkau banyak berisik. Jangan sekali-kali engkau berkata,’’Aku sudah bertaubat dan menyesal,namun mengapa balasan yang tak aku suka tidak hilang juga dariku?!

Karena mungkin saja taubatmu itu belum terealisasi dengan benar.
Karena pemberian balasan itu punya rentang waktu yang panjang sebagaimana penyakit menahun berlangsung lama, sehingga tak ada trik dan muslihat yang bisa berguna hingga masa balasan ini berakhir.

Maka bersabarlah wahai engkau yang berbuat salah, hingga air matamu bisa mengalir membasahi baju hatimu yang terkena kotoran najis. Bila tangan kesedihan memerasnya, .kemudian mencucinya berkali-kali, maka hati ini dihukumi telah suci

Nabi Adam alaihissalam terus-menerus memenangisi kesalahannya selama 300 tahun. 

Nabi Ayyub alaihissalam terus berada dalam cobaannya selama 18 tahun

Nabi Ya’qub alaihissalam dirundung sedih menangisi Yusuf alaihissalam selama 80 tahun

Cobaan itu mempunyai rentang waktu, kemudian setelah itu akan berlalu, namun terkadang satu hukuman terus berlangsung hingga waktu kematian! 

Maka yang menjadi kewajibanmu adalah mendiami MIHRAB TAUBAT , duduk seperti duduknya orang yang meminta pemberian 
dan engkau menjadikan makananmu adalah kegelisahan hati, dan enjadikan minumanmu adalah tangisan, karena boleh jadi datang pembawa berita gembira yang menyatakan diterimanya taubatmu.
Sehingga Ya’qub ‘alaihissalam yang dirundung sedihpun akan kembali bisa melihat.

DAN APABILA ENGKAU MENINGGAL DALAM PENJARA KESEDIHANMU MAKA BOLEH JADI KESEDIHAN DI DUNIA AKAN MENGGANTIKAN KESEDIHAN DI AKHIRAT, dan dalam hal ini terdapat keberuntungan yang sangat besar

KISAH NYATA PENGGUGAH JIWA-JIWA YANG LALAI

Disuatu hari ada seorang bocah laki-laki, dia ini masih di kelas tiga SD ( Saudi Arabia) dan disela-sela pelajaran dikelas maka gurunya menerangkan pelajaran dengan metode yang sangat menyentuh tentang keutamaan dan pentingnya sholat subuh berjama’ah di masjid kepada bocah-cobah sd ini…hadits-hadits yang dibawakan oleg sang guru menjadi perhatian dan berpengaruh pada jiwa anak..dan selama ini dia dan keluarganya tidak pernah sholat berjamaah ke masjid…

Tatkala ia pulang ke rumah, iapun berfikir bagaimana caranya dia bisa bangun untuk sholat subuh ke masjid sebok..ia tidak memiliki solusi kecuali dia terjaga sepanjang malam agar dia bisa pergi sholat subuh ke masjid dan tatkala ia mendengar adzan subuh dari masjid maka iapun mendatangi hajatnya untuk pergi kemasjid…namun timbul problema dihatinya ..masjid itu jauh dan dia merasa takut bila berjalan sendirian karena masih gelap…maka iapun menangis sambil duduk didepan pintu rumahnya…..

Kemudian ia dikejutkan dengan suara langkah sepatu orang yang berjalan dijalan depan rumahnya, maka diapun membuka pintu rumahnya lalu keluar pintu dengan segera, ternyata ada seorang laki-laki yang sedang menuju ke masjid, dan ketika melihat orang itu, iapun tahu bahwa orang itu adalah kakek temannya yang juga tetangganya, maka diapun membuntuti kakek itu dengan tenang tanpa diketahui oleg sang kakek, karena dia khawatir, kalau kakek itu tahu akan keberadaannya maka nanti bisa-bisa dia akan melapor kekeluarganya dan mereka akan menghukumnya……singkat cerita maka keadaan ini terus berlangsung lama di setiap subuh….

Ajal manusia telah ditentukan…dan si kakekpun meninggal…ia tahu bahwa si kakek ini telah meninggal…iapun merasa galau…kemudian menangis dengan keras sampai suhu badannya panas yang membuat ayahnya terkejut dan bertanya, “Hai anakku mengapa engkau menangis??, dia bukan seusiamu/teman sepermainanmu, dan juga bukan kerabatmu!!!’’

Maka anak inipun menatap ayahnya dengan linangan air mata yang mengalir dengan pandangan kesedihan, maka ia berkata kepada ayahnya; ‘’aku berharab yang mati adalah engkau bukan dia”…hah!!!???...maka si ayahpun bengong…dan berfikir mengapa anaknya berkata demikian dan mengapa dia lebih mencintai si kakek dibandingkan dirinya?? Sang anak yang masih polos ini melanjutkan perkataannya “ aku tidak kehilangan kakek itu karena masalah-masalah yang engkau sebutkan!” sang ayahpun benimpali “ ya..terus masalahnya apa” si anak berkata : “ karena masalah sholat…ya karena sholat!!!”..

Si anak inipun melanjutkan perkataannya sambil menelan airmatanya yang membasahi pipinya; “ wahai ayah mengapa engkau tidak pernah sholat subuh??? Mengapa wahai ayahku…engkau tidak seperti kebanyakan orang-orang yang aku lihat, mereka semua sholat ke masjid..

Sang ayahpun bertanya: “ dimana engkau melihat mereka??”
Si bocah berkata : “aku melihat mereka semua di masjid”, ayahnya bekata: “bagaimana bisa?”. Maka si anak menceritakan pelajarannya disekolah dan kebersamaan rahasianya bersama sang kakek yang telah wafat di setiap subuh…maka sang ayahpun terkesima dengan cerita sang anak sampai-sampai kulitnya merinding dan hampir-hampir air matanya meleleh, lantas sang ayahpun memeluk anaknya, dan semenjak saat itu merekapun senantiasa sholat berjama’ah ke masjid…walhamdulillah

MENYUKAI PANGKAT DAN KEDUDUKAN YANG TINGGI

Rabu, 23 Oktober 2013


قال أبوحنيفة : " من طلب الرئاسة قبل وقتها عاش في ذل "

Imam abu hanifah berkata: barang siapa yang mencari kepemimpinan/kekuasaan sebelum waktunya, maka dia hidup dalam kehinaan”

Ketahuilah, wahai, hamba yang senantiasa merendahkan diri kepada Allah, sesungguhnya jiwa manusia itu senantiasa menyukai pangkat dan kedudukan yang lebih tinggi di atas orang lain di kalangannya. Itulah salah satu yang dapat menyebabkan timbulnya sifat sombong.
Abul 'Atahiyah berkata dalam sya'irnya:
أاخي من عشق الرئاسة خفت أن**********يطغى ويحدث بدعة وضلالة
Wahai, saudaraku! kamu takut mencintai kedudukan yang akan membawa sikap melampaui batas dan akan memmbuat bid’ah dan kesesatan
Ibnu 'Abdil Barr berkata dalam sya' irnya:

حب الرئاسـة داءٌ يحلق الدنيـا~~ ويجعل الحق حربا للمحبينا
يفري الحلاقيم والأرحام يقطعها~~ فلا مروءة تـبقى ولا دينا
من دان بالجهل أو قبل الرسوخ ~~فما تلفيه إلا عدوّاً للمحقينا
يشنئ العلوم ويقلي أهلها حسداً~~ ضاهى بذلك أعداء النبيينا

ambisi pada kekuasaan adalah virus yang memangkas agama
dia akan mengubah kecintaan menjadi peperangan terhadap teman setianya

ia memenggal leher dan memutus persaudaraan sehingga tidaklah dia menyisakan kehormatan dan agama

barang siapa yang memimpin dengan keiahilan atau sebelum memiliki ilmu yang kokoh, tidaklah engkau melihatnya, kecuali sebagai musuh bagi setiap pelaku kebenaran
ia selalu berbuat aniaya dan hasad kepada Suatu kaum

padahal ia berada di bawah mereka (secara keilmuan), maka dengan kelakuannya itu ia menyerupai musuh para Nabi

Oleh karena itu, barang siapa yang mentadaburi al-Qur-an, ia pasti mendapatkan suatu pelajaran berharga, bahwa,orang-orang sombong di setiap kaum adalah orang-orang yang gila kekuasaan, yang diangannyalah berhagai macam urusan berada.
Allah berfirman tentang kaum Tsamud, kaumnya Nahi Shalih ‘alaihissalam

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ (75) قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (76) فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (77) سورة الأعراف

"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya betkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka:· 'Tahukah kamu bahwa Shalih diutus (menjadi Rasul) oleh Rabbnya?' Mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami· beriman kepada wahyu, yang Shalih diutus untuk menyampaikannya.'
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: 'Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang. ka:mu imani itu.' Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan merekaberlaku angkuh terhadap perintah Rabb.
Dan mereka berkata: 'Hai, Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." (QS. Al-A'raaf: 75-77)

Allah juga menyebutkan tentang kaum Nabi Syu'aib ‘alaihissalam:

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ (88) سورة الأعراف

88. pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya Kami akan mengusir kamu Hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota Kami, atau kamu kembali kepada agama kami". berkata Syu'aib: "Dan Apakah (kamu akan mengusir kami), Kendatipun Kami tidak menyukainya?"  (QS. AlA'raaf:88)

Ayat-ayat lain yang menjelaskan tentang hal tersebut sangat banyak.

Semestinya orang yang berakal harus berlomba-lomba dalam meraih derajat ketinggian abadi yang di dalamnya terdapat ridha Allah, kedekatan-Nya, dan perlindungan-Nya. Selain itu, seharusnya orang yang berakal itu enggan terhadap derajat ketinggian yang fana lagi semu, yang mendatangkan kemarahan Allah, murka-Nya, terbelakangnya seorang hamba, kekosongan jiwanya dan jauhnya dari Allah sehingga Allah akan mengusirnya dari sisi-Nya. Itulah derajat ketinggian yang tercela. Itulah bentuk kesombongan , dan keangkuhan di muka bumi tanpa ada hak baginya untuk melakukan hal tersebut.

Allah berfi.rman:
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (83) سورة القصص

83. negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik/surga) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Qashash: 83)
Adapun mengharapkan jenis derajat ketinggian yang sesama merupakan tindakan terpuji sehingga kita dianjurkan untuk bersungguh-sungguh meraihnya.
Allah berfirman:
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ (26) سورة المطففين

": .. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba." (QS. Al-Muthaffifiin: 26)
Disyari'atkan bagi kita berlomba-lomba untuk mendapatkan derajat ketinggian di akhirat yang kekal, memohon kedudukan yang tinggi di akhirat kelak, serta bersungguh-sungguh berusaha mendapatkan faktor penyebabnya. Seorang man usia hendaknya tidak merasa cukup terhadap hal yang rendah lagi fana, sementara dia mampu untuk mendapatkan derajat yang tinggi lagi abadi di akhirat.

التواضع فى ضوء القرآن و السنه - سليم الهلالى