SEREMONY PEMBAI'ATAN MALIK ABDUL AZIZ BIN ABDIRROHMAN ALFAISHAL AALU SU'UD

Kamis, 23 April 2015

Pada hari jumat 23 jumadil ats-tsaniyah 1344 H / 8 januari 1926, manusia berkumpul di sekitar pintu shofa baik di dalam dan diluar masjidil haram, saat itu telah disediakan sebuah tempat khusus untuk pembacaan naskah bai'at. Dan SETELAH SHOLAT JUMAT, datanglah ibnu su'ud pada tempat tersebut. Kemudian FADHILAH SYAIKH ABDUL MALIK BIN MIRDAD menyampaikan sebuah kalimat kepada masa yang penuh sesak, acara tersebut dihadiri oleh para tokoh2 masyarakat , para pejabat2, dewan kota, para masyayikh, termasuk pula MASYAYIKH DARI TANAH JAWA, ahli madinah , ahli Jeddah dll
Setelah beliau membacakan khutbah pembukaan lantas beliau mulai membacakan kalimat bai'at:

"""KAMI MEMBAI'AT PADAMU WAHAI YANG MULIA SULTHAN ABDUL AZIZ BIN ABDIRROHMAN ALFAISHAL AALU SU'UD UNTUK MENJADI RAJA ATAS WILAYAH HIJAZ DIATAS KITABILLAH WASSUNNAH ROSULILLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, DAN DIATAS APA-APA YANG DITETAPI OLEH PARA SAHABAT RIDHWANALLAHU 'ALAIHIM , SALAFUSSHOLIH DAN PARA IMAM EMPAT RAHIMAHUMULLAH"""

Pada saat FADHILAH SYAIKH ABDUL MALIK BIN MIRDAD membacakan kalimat baiat ini maka DIDENTUMKANLAH 100 MERIAM DAN TEMBAKAN SENAPAN sebagai pengumuman kepada masyarakat luas bahwa saat itu sedang terjadi pembaiatan
dan setelah syaikh menyelesaikan bacaan kalimat baiat ini dan yang muliya raja abdula aziz menerimanya, maka majulah para hadirin baik perorangan atau berkelompok dari penjuru kerajaan kepada malik abdul aziz dan memberikan baiatnya sebagai raja dan berjanji untuk mendengar dan taat.

SERELAH ITU MALIK ABDUL AZIZ BERPIDATO…………setelah menyampaikan kalimat pembukaan……….
Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dalam semua amalan kalian, aku wasiatkan kepada semuanya untuk bertaqwa, setiap orang haruslah bertaqwa kepada Allah di dalam amalannya, pedagang (bertaqwa) dalam dagangannya, produsen di dalam produksinya, pegawai di dalam kepegawaiannya, aku mendengar ahli pidato kalian berkata : "inilah imam yang adil, begini dan negitu", setiap orang bilamana dia telah mencapai pada kedudukan yang tinggi namun dia tidak takut kepada Allah dan tidak mencari keridhoannya, maka tidak berbekas pada dirinya dan amalannya. 
Dan kapan syahwat dan keharaman-keharaman telah ditinggalkan, dan sesembahan kita Allah maha Mengawasi, maka kita akan mendapatkan semua kebaikan, dan tidaklah bala' itu datang kepada manusia kecuali orang itu mengikuti hawa nafsu diri yang menyebabkan kerusakan agama dan dunia

Oleh karenya, aku mengajak kalian menuju agama ini, DAN MENGIKUTI ATSAR SALAFUSSHOLIH, dan kami akan mengambil pada ucapan yang jelas, dan kami meninggalkan cerita/ucapan yang mengandung riya' dan yang mencari muka.dan bila mana umara' dan ulama sudah kongkalikong dan saling menutupi, amir memberikan kedudukan sementara ulama curang dan mencari muka, maka hilanglah urusan manusia, dan habislah kita – wal 'iyadzu billah- di dunia dan di akhirat, karena yang akan merusak sebuah kerajaan itu adalah para raja, anak cucunya, para pegawai-pegawai mereka, para ulama', dan pembantu-pembantu mereka sendiri, dan aku akan menjadi bengkok bila aku tidak berada pada posisi ini ( bersikap adil) , bahwa tidak ada daya upaya dan kukuatan kecuali dengan Allah


Sumber bacaan :
- majalah almanar mesir, bulan sya'ban 1344 H/ februari 1926 M menukil berita dari - koran ummul quro edisi ke 55 , 30 jumadi at-tsaniyah 1344 H/ 15 januari 1926 M
- Isholatu al-manhaj fii siroti al-malik abdil aziz oleh ustadz doktor abdul robbi bin nuwabibddin, terbitan jami'ah islam madinah